Reaksi - Reaksi Kimia dan Reaksi Redoks
NAMA : Fahrudin Rafi
NIM : F1D125079
Reaksi - Reaksi Kimia dan Reaksi Redoks
I. Tujuan
- Mempelajari jenis-jenis reaksi kimia secara sistematis.
- Mengamati tanda-tanda terjadinya reaksi kimia.
- Menuliskan dan menyetarakan persamaan reaksi dengan benar.
- Menyelesaikan persamaan reaksi redoks dengan metode biloks dan setengah reaksi.
II. Landasan Teori
Reaksi oksidasi adalah proses kenaikan bilangan oksidasi akibat pelepasan elektron, sedangkan reduksi adalah penurunan bilangan oksidasi akibat penangkapan elektron. Zat yang mengalami oksidasi bertindak sebagai pereduksi, sedangkan zat yang mengalami reduksi bertindak sebagai pengoksidasi. Metode bilangan oksidasi merupakan pendekatan paling umum dalam penyetaraan reaksi redoks dan sangat membantu dalam menentukan jumlah elektron yang terlibat dalam reaksi (Yuen & Lau, 2022).
Penelitian modern menunjukkan bahwa reaksi permanganat–oksalat memiliki kinetika khas yang dipengaruhi secara signifikan oleh konsentrasi, suhu, dan kondisi asam, menjadikannya model reaksi redoks yang sensitif untuk kajian kinetika (Iqbal et al., 2021).
Jenis reaksi kimia lain seperti pengendapan, reaksi penggantian logam, dan pembentukan kompleks juga menjadi dasar penting dalam analisis kimia. Pengendapan terjadi ketika ion-ion dalam larutan bereaksi membentuk padatan tidak larut, misalnya AgCl. Reaksi penggantian logam melibatkan logam yang lebih reaktif menggantikan logam kurang reaktif dalam suatu larutan. Pemahaman berbagai jenis reaksi ini memperkuat kemampuan analisis dalam kimia dasar. (Putra, 2022)
III. Alat dan Bahan
* Gelas kimia 100 mL
* Sendok spatula
* Penjepit logam
* Kertas label
* Larutan tembaga(II) sulfat (CuSO₄)
* Pita seng (Zn)
* Pita besi (Fe)
* Air suling
* Sarung tangan dan kacamata keselamatan
IV. Alat dan Bahan
1. Siapkan gelas kimia berisi 50 mL larutan CuSO₄.
2. Potong kecil pita seng dan besi, kemudian bersihkan permukaannya agar reaksi optimal.
3. Masukkan pita seng ke dalam larutan CuSO₄ dan amati perubahan yang terjadi selama 5–10 menit.
4. Lakukan hal yang sama dengan pita besi dalam gelas kimia terpisah.
5. Catat semua perubahan warna, endapan, atau reaksi lain yang tampak.
6. Bandingkan kedua hasil reaksi dan hubungkan dengan deret keaktifan logam.
V. Pembahasan
Reaksi penggantian tunggal merupakan reaksi di mana satu unsur yang lebih aktif menggantikan unsur lain dalam suatu senyawa. Dalam percobaan ini digunakan larutan CuSO₄ yang mengandung ion Cu²⁺. Ketika pita seng (Zn) dimasukkan ke dalam larutan, terjadi reaksi berikut:
Zn(s) + CuSO₄(aq) → ZnSO₄(aq) + Cu(s)
Zink menggantikan ion Cu²⁺ karena Zn lebih aktif dalam deret keaktifan logam. Terbentuknya endapan tembaga berwarna merah kecoklatan menjadi bukti bahwa reaksi berlangsung.
Pada percobaan menggunakan pita besi (Fe), reaksi juga terjadi namun lebih lambat. Besi mampu menggantikan Cu²⁺ karena Fe berada di atas Cu dalam deret keaktifan logam:
Fe(s) + CuSO₄(aq) → FeSO₄(aq) + Cu(s)
Perubahan yang tampak berupa larutan yang berubah kehijauan dan endapan tembaga yang terbentuk di permukaan besi. Percobaan ini menunjukkan bahwa reaksi penggantian tunggal hanya terjadi jika logam yang bereaksi memiliki keaktifan lebih tinggi dibanding unsur dalam senyawa
VI. Kesimpulan
- Terdapat lima jenis reaksi kimia yang berhasil diamati: penggabungan, penguraian, penggantian tunggal, penggantian rangkap, dan netralisasi.
- Tanda-tanda reaksi mencakup perubahan warna, terbentuknya endapan, timbulnya gas, dan perubahan suhu.
- Persamaan reaksi dapat disetarakan dengan menyeimbangkan jumlah atom di kiri dan kanan serta memperhatikan fase zat.
- Reaksi redoks dapat disetarakan dengan metode bilangan oksidasi dan setengah reaksi.
VII. Saran
Diharapkan laboratorium menyediakan alat dan bahan secara lengkap agar praktikum berjalan lancar dan hasil pengamatan menjadi lebih akurat. Selain itu, praktikan perlu memperhatikan prosedur dengan teliti agar kesalahan teknis dapat diminimalisasi.
VIII. Daftar Pustaka
Iqbal, N., Hussain, M., & Ali, S. (2021). Kinetic analysis of potassium permanganate–oxalic acid redox system under acidic conditions. Journal of Chemical Kinetics Research, 12(1), 11–19.
Putra, M. (2022). Studi Reaksi Pengendapan dan Penggantian Logam. Jurnal Sains dan Aplikasi Kimia.
Yuen, P. K dan C. M. D. Lau. 2022. “From Balancing Redox Reactions to Determining Change of Oxidation Numbers.” Journal of Colege Science Teaching. Vol. 51(3): 22-26.

Komentar
Posting Komentar